google analitic

Script Google Adsense

Siklus Hidup Hewan



Seperti halnya manusia dan tumbuhan, hewan juga mengalami siklus hidup. Kita ambil contoh seekor kucing. Setelah terjadi perkawinan antara kucing jantan dan betina kemudian terjadi fertilisasi, akan terbentuk zigot kucing yang berkembang di dalam rahim induk kucing betina. Setelah beberapa waktu anak kucing lahir dan kemudian tumbuh dan berkembang menjadi kucing muda. Kucing muda kemudian tumbuh menjadi kucing dewasa dengan organ reproduksi yang siap melakukan fertilisasi. Jika terjadi pembuahan atau fertilisasi maka akan terbentuk kembali zigot.

Pertanyaannya sekarang, apakah semua hewan mengalami siklus yang sama?

Apakah hewan dapat memiliki tahap generatif dan vegetatif seperti layaknya tumbuhan?

Jawabannya adalah, ada.

Ada hewan yang memiliki tahap seksual dan aseksual dalam perkembangbiakannya, yaitu ubur-ubur. Ubur- ubur dapat bereproduksi secara seksual dan secara aseksual dalam satu siklus hidupnya.


Ubur- ubur seringkali dijumpai dalam bentuk medusa dan berada dalam tahap generatif (dapat menghasilkan sel kelamin). Sel kelamin ini dilepaskan ke air dan dapat mengalami fertilisasi atau pembuahan. Dari fertilisasi ini muncul zigot yang akan berkembang menjadi larva.

Jika berada pada lingkungan yang sesuai, larva ubur-ubur akan tumbuh menjadi polip. Pada bentuk polip inilah ubur- ubur bisa berkembangbiak secara aseksual melalui tunas.

Polip kemudian berkembang, tersusun atas strobilus. Polip strobilus mengalami reproduksi aseksual secara tunas dan berada pada bentuk medusa kembali.

No comments:

Post a Comment