google analitic

Script Google Adsense

Mempelajari Faktor Penyebab Terjadinya Pencemaran Tanah



Tatkala suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan tanah, maka zat tersebut pasti dapat menguap, tersapu air hujan, dan atau masuk ke dalam tanah. Zat berbahaya atau beracun yang masuk ke dalam tanah tersebut kemudian mengendap sebagai zat kimia beracun di tanah.

Zat beracun di tanah tersebut dapat menimbulkan dampak langsung pada kehidupan manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

Faktor penyebab pencemaran tanah adalah limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian.

Limbah Domestik 


Sumber limbah domestik dapat berasal dari daerah seperti pemukiman penduduk (pedagang, tempat usaha, hotel dan lain-lain); kelembagaan (kantor-kantor pemerintahan dan swasta); serta tempat-tempat wisata. Limbah domestik dapat berupa limbah padat dan cair.

Limbah padat bisa berupa senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan atau diuraikan oleh mikroorganisme. Contohnya adalah plastik, keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan. Kesemuanya ini bisa menyebabkan tanah menjadi kurang subur.

Limbah cair domestik bisa berupa tinja (feses), deterjen, pelumas kendaraan bermotor, serta cat. Jika bahan-bahan ini meresap ke dalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikroorganisme di dalam tanah.

Limbah padat dan cair mempunyai dampak buruk bagi tanah, hingga akhirnya dapat mengganggu kelangsungan hidup makhluk hidup tanpa kecuali kehidupan manusia itu sendiri.

Apalagi limbah padat yang akan tetap utuh hingga ratusan tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang dibuang sembarangan ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian.

Sampah anorganik tidak dapat terbiodegradasi. Hal inilah yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air, sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang.

Akibatnya, tanaman sulit tumbuh bahkan akan mati karena tidak memperoleh makanan untuk tumbuh dan berkembang.


Limbah Industri


Limbah industri adalah limbah yang berasal dari sisa-sisa produksi industri. Limbah industri, sama seperti limbah domestik, juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu limbah padat dan limbah cair.

Limbah industri berupa limbah padat adalah limbah yang merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, dan bubur yang berasal dari proses pengolahan. Contoh limbah padat industri adalah sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, serta pengawetan buah, ikan, daging, dan lain-lain.

Limbah industri berupa limbah cair adalah limbah yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi. Contoh limbah cair industri adalah limbah sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen, dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam seperti raksa, zinc, timbal, dan cadmium (Hg, Zn, Pb, dan Cd) dapat mencemari tanah.

Zat-zat ini (Hg, Zn, Pb, dan Cd) merupakan zat yang sifatnya sangat beracun bagi mikroorganisme. Jika zat-zat ini meresap ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme. Padahal mikroorganisme ini memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.

Limbah Pertanian 


Indonesia selain sebagai negara maritim, juga dikenal sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Layaknya pekerjaan di bidang lain, ada saja petani yang menginginkan hasil instan, caranya dengan menggunakan pupuk sintetik melebihi ketentuan, atau caranya tidak tepat, dengan harapan hasil panen bisa meningkat.

Tetapi yang terjadi justru merugikan. Limbah pertanian yang berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman justru mencemari tanah. Misalnya saja pupuk urea dan pestisida untuk memberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk terus menerus dalam pertanian lambat laun akan merusak struktur tanah. Akibatnya fatal, tanah berkurang suburnya, hasil panen pun berkurang.

Penggunaan pestisida tidak saja mematikan hama tanaman, tetapi juga mematikan mikroorganisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah juga tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu, penggunaan pestisida secara terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman lama kelamaan akan tahan/kebal terhadap pestisida tersebut.

No comments:

Post a Comment