google analitic

Script Google Adsense

Gangguan pada Sistem Peredaran Darah: Serangan Jantung


Kita sering mendengar berita tentang serangan jantung yang menyebabkan kematian, bahkan mungkin dialami oleh orang-orang terdekat kita. Serangan jantung terjadi jika arteri koronaria tidak dapat mengirimkan darah yang cukup ke sel-sel otot jantung, karena tersumbat oleh lemak dan kolesterol. Arteri koronaria sendiri adalah pembuluh darah yang mengaliri otot jantung dengan darah yang mengandung oksigen dan nutrisi. Penyakit jantung karena kondisi demikian disebut penyakit jantung koroner.



Gambar di atas menunjukkan kondisi jantung pada penderita serangan jantung. Tampak arteri koronaria tersumbat oleh lemak di gambar paling kanan. Tersumbatnya arteri koronaria akan menyebabkan otot jantung berhenti beraktivitas, karena sel-sel otot tidak menerima oksigen dan nutrisi yang cukup.

Penyebab Serangan Jantung


Selain jantung koroner, penyebab lain serangan jantung adalah:
  1. Penyalahgunaan obat-obatan seperti kokain, sabu, kristal meth, bisa menyebabkan penyempitan arteri koronaria, menghambat pasokan darah, sehingga memicu serangan jantung.
  2. Aneurisma. Aneurisma adalah kondisi lemahnya dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang melemah tidak bisa menahan tekanan darah yang melewatinya. Akibatnya pembuluh darah akan mengalami keretakan. Jika aneurisma terjadi pada arteri koronaria, maka aliran darah menjadi terhambat dan terjadi serangan jantung.
  3. Hipoksia. Hipoksia adalah kondisi kurangnya oksigen dalam darah. Penyebab hipoksia adalah karena keracunan karbonmonoksida atau fungsi paru yang sudah rusak.

Penimbunan lemak dalam darah bisa mempersempit pembuluh darah. Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi pada penimbunan lemak dalam darah, yaitu:
  1. Faktor genetis. Jika ada anggota keluarga mempunyai riwayat penyakit jantung, resiko mengalami serangan jantung lebih tinggi
  2. Diabetes. Kadar glukosa yang tinggi pada penderita diabetes bisa merusak dinding pembuluh koroner.
  3. Hipertensi atau tekanan darah tinggi. 
  4. Obesitas/kelebihan berat badan. Orang dengan berat badan lebih cenderung mengalami hipertensi dan diabetes.
  5. Usia. Makin bertambah usia seseorang, resiko terkena penyakit jantung koroner akan semakin tinggi.
  6. Mengonsumsi minuman keras
  7. Makanan. Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
  8. Kurang olahraga
  9. Polusi udara
  10. Memiliki penyakit autoimun.
  11. Riwayat tekanan darah tinggi saat hamil.

Gejala Serangan Jantung


Gejala serangan jantung antara lain adalah:
  1. Dada terasa sakit atau nyeri. Dada terasa tertekan, sempit, dan seperti diremas pada bagian tengah. Rasa sakit ini biasanya sangat parah, tapi ada beberapa orang yang hanya merasakan sakit ringan seperti pada wanita, anak-anak, dan orang tua.
  2. Sakit pada bagian tubuh lainnya seperti pada lengan terutama sebelah kiri, rahang, leher, perut, dan punggung, napas pendek, dan kepala pusing.
  3. Merasa lemah dan mudah pusing
  4. Gelisah atau cemas
  5. Batuk
  6. Napas pendek
  7. Kepala pusing
  8. Merasa mual, terjadi gangguan pencernaan, dan sakit perut
  9. Berkeringat


No comments:

Post a Comment