google analitic

Script Google Adsense

Nutrisi dan Kebutuhan Energi


Kebutuhan Energi


Tubuh kita membutuhkan energi untuk setiap kegiatan, seperti bergerak, detak jantung, mengangkat barang, bahkan kedipan mata pun membutuhkan energi.

Tubuh kita juga menggunakan energi untuk mempertahankan suhu tubuh normal yaitu sekitar 37°C. Energi yang kita gunakan ini berasal dari makanan yang kita konsumsi.
Jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas, juga jumlah energi yang tersedia dalam makanan, diukur dalam satuan kalori.

Satu kalori (Cal) sama dengan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 g air sebesar 1 derajat Celcius. Jumlah kalori pada sepotong roti berbeda dengan jumlah kalori pada sepiring nasi dan satu buah pisang. Hal ini dapat terjadi karena jenis makanan yang berbeda akan mengandung jumlah kalori yang berbeda pula.

Enam Jenis Nutrisi

Nutrisi Terdapat Dalam Berbagai Jenis Makanan

Nutrisi adalah zat yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai sumber energi; juga untuk mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan keberlangsungan fungsi pada setiap jaringan dan organ tubuh agar dapat berfungsi normal.

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari sebaiknya mengandung enam jenis nutrisi. Enam jenis nutrisi ini adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Karbohidrat, lemak, dan protein dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. Sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit saja.

Karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin adalah nutrisi organik yang mengandung karbon. Sedangkan nutrisi anorganik seperti air dan mineral tidak mengandung karbon. Makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein tidak dapat diserap langsung, melainkan harus dicerna atau dipecah terlebih dahulu oleh tubuh. Sementara air, vitamin, dan mineral bisa diserap langsung oleh sel-sel tubuh.

Kandungan nutrisi dalam makanan dapat diketahui dengan menggunakan indikator uji makanan atau reagen. Tabel di bawah menunjukkan jenis reagen untuk mengetahui nutrisi dalam bahan makanan. Tabel tersebut dapat dijadikan patokan untuk menentukan kandungan bahan yang terkandung pada sampel makanan yang diuji. Misalnya, bahan makanan yang mengandung amilum jika diuji dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua.


Bahan
Jenis Reagen
Hasil
Amilum
Lugol/ Kalium Iodida
Larutan berwarna biru tua
Gula
Benedik/ Fehling A dan B
Larutan berwarna biru kehijauan, kuning sampai merah bata
Protein
Millon/ Biuret
Larutan berwarna merah muda sampai ungu

No comments:

Post a Comment