google analitic

Script Google Adsense

Memahami Getaran



Semua benda akan bergetar apabila diberi gangguan. Benda yang bergetar ada yang dapat terlihat secara kasat mata karena simpangan yang diberikan besar, semisal bandul. Ada pula yang tidak dapat dilihat karena simpangannya kecil, misalnya senar gitar yang dipetik. Suatu benda secara prinsip bisa dikatakan bergetar jika benda tersebut bergerak bolak-balik secara teratur melalui titik kesetimbangan.

Jadi, getaran adalah gerak bolak-balik benda secara teratur melalui titik kesetimbangan.

Kesetimbangan di sini bukanlah sebuah benda yang merupakan gabungan dari keset dan timbangan, melainkan adalah keadaan di mana suatu benda berada pada posisi diam jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut.

Contoh-contoh getaran yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah:
  1. Senar gitar yang dipetik
  2. Bedug yang dipukul
  3. Pegas yang diberi beban
  4. Bandul jam yang berayun

Untuk memahami tentang getaran. Perhatikan gambar bandul sederhana berikut.


Sebuah bandul pada awalnya diam pada kedudukan O (kedudukan setimbang). Bandul tersebut kemudian ditarik ke kedudukan A (diberi simpangan kecil). Pada saat dilepaskan dari kedudukan A, bandul akan bergerak bolak-balik secara teratur dari A-O-B-O-A, begitu seterusnya.  Gerak bolak balik ini disebut satu getaran.

Salah satu ciri dari getaran adalah adanya amplitudo, yaitu simpangan terbesar suatu getaran. Pada contoh bandul sederhana di atas, jarak OA atau OB merupakan amplitudo

Waktu yang diperlukan atau dibutuhkan untuk menempuh satu kali getaran disebut periode getar. Periode getar dilambangkan dengan T, dengan satuan sekon (detik). Banyaknya getaran dalam satu sekon disebut frekuensi (f), dengan satuan getaran per sekon atau disebut dengan Hertz (Hz).

No comments:

Post a Comment