google analitic

Script Google Adsense

Mengenal Teknologi Pengolahan Minyak Bumi dan Batubara



Teknologi Pengolahan Minyak Bumi


Minyak bumi atau minyak mentah pada umumnya (light crude oil) merupakan cairan hitam dan lengket yang keluar dari bumi dan mengandung berbagai senyawa hidrokarbon yang dapat terbakar, serta sedikit sulfur, oksigen, dan nitrogen.

Minyak ini terbentuk dari makhluk hidup yang telah mati pada jutaan tahun yang lalu dan terjebak dalam suatu ruang yang ditutupi oleh bebatuan di dalam tanah atau di dasar laut. Light crude oil atau minyak memtah menyusun 30% dari persediaan minyak bumi. Untuk mengambil minyak ini ruangan yang berisi minyak tersebut harus dibor kemudian dipompa keluar.

Setelah dipompa keluar minyak ini lalu disalurkan menuju kilang minyak melalui pipa, truk, atau kapal. Di kilang minyak inilah minyak mentah diolah menjadi beberapa macam jenis bahan bakar. Sibgkatnya, minyak mentah dipanaskan untuk memisahkan komponen-komponen penyusunnya berdasarkan titik didih.

Secara sederhana proses penyulingan minyak bumi dapat dilihat pada gambar di bawah.


Heavy Crude Oil



Jenis minyak mentah yang lain sebesar 70% cadangan di bumi yaitu heavy crude oil. Heavy crude oil adalah minyak mentah yang terkandung dalam bebatuan atau pasir minyak, yang bercampur dengan air, dan banyak mengandung sulfur. Heavy crude oil banyak terdapat di Kanada.

Eksploitasi heavy crude oil ini memiliki banyak dampak berbahaya terhadap tanah, udara, air, makhluk hidup, dan iklim, dan dapat dikategorikan sebagai teknologi tidak ramah lingkungan.

Sebelum dilakukan eksploitasi atau penambangan, hutan terlebih dahulu harus ditebang, aliran air dikeringkan, dan beberapa aliran sungai dialihkan. Selanjutnya, timbunan-timbunan seperti tanah berpasir, tanah lempung, dan bebatuan diambil sehingga terlihat bebatuan dan pasir minyak. Bebatuan dan pasir minyak tersebut kemudian digali menggunakan alat berat lalu dibawa menuju tempat pemrosesan selanjutnya.

Bebatuan dan pasir minyak ini harus dicampur dengan air panas dan uap untuk diambil kandungan bitumennya dulu, sebelum diubah menjadi minyak mentah yang selanjutnya siap untuk diolah di kilang minyak.

Untuk mengambil minyak dari pasir minyak, komponen tanah yang telah dipindahkan di Kanada sangat banyak, bahkan terbesar di dunia. Proses produksi ini juga menghasilkan polusi udara yang akan menyelimuti daerah tambang dengan debu, uap, asap, dan bau. Selain itu juga menghasilkan emisi gas rumah kaca tiga hingga lima kali lebih banyak daripada produksi dari minyak mentah pada umumnya.

Pada produksi ini juga digunakan sejumlah air dan membentuk kubangan seperti danau yang berisi air limbah dan kotoran yang beracun. Setiap tahun, banyak burung yang bermigrasi dan mencoba untuk meminum air ini kemudian mati. Tanggul dari danau ini juga berpotensi bocor dan hancur sehingga dapat menyebabkan melubernya lumpur beracun ke daratan di dekatnya dan ke dalam aliran sungai.

Metode produksi minyak dari heavy crude oil ini sangat tidak efektif, kotor, dan merusak lingkungan.

Teknologi Pengolahan Batubara



Batubara adalah bahan bakar fosil berbentuk padat yang terbentuk dari beberapa tahapan dan berasal dari tanaman darat yang terkubur 300-400 juta tahun lalu kemudian terpapar panas yang tinggi dan tekanan selama jutaan tahun.

Batubara telah digunakan secara luas untuk menghasilkan panas dan listrik sejak dulu. Di dunia industri batubara juga digunakan untuk sebagai sumber energi dalam membuat baja, semen, atau produk lain.

Cina, Amerika Serikat, dan India adalah tiga negara terbesar dalam pembakaran batubara. Cina sendiri merupakan negara penyumbang emisi CO2 dan SO2 terbesar di dunia. Gas CO2 dan SO2 merupakan salah satu komponen penyebab hujan asam dan menyebabkan penyakit pada manusia.

Batubara merupakan bahan bakar fosil dengan cadangan terbesar di dunia. Permasalahan yang muncul ketika  batubara digunakan sebagai bahan bakar adalah batubara merupakan bahan bakar yang paling kotor di antara bahan bakar yang lain. Bahkan sebelum dibakar, proses produksi batubara sehingga siap digunakan pun telah merusak lingkungan, tanah, dan mencemari air dan udara.

Polusi Batubara


Polusi oleh pembakaran batubara, disebabkan karena batubara dibakar secara langsung tanpa menggunakan alat pengontrol pembakaran.

Di dalam batubara banyak terkandung karbon dengan sedikit kandungan sulfur. Saat batubara dibakar, sulfur akan dilepas ke udara dalam bentuk gas belerang dioksida (SO2). Pembakaran batubara selain menghasilkan belerang dioksida, juga menghasilkan partikel karbon hitam dalam jumlah yang sangat banyak. Partikel-partikel ini dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan.

Permasalahan lain yang muncul akibat pembakaran batubara adalah adanya emisi zat radioaktif. Zat radioaktif yang dihasilkan dari pembangkit listrik yang menggunakan batubara 100 kali lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga nuklir. Selain itu limbah padat batubara juga bersifat racun, karena itu harus disimpan dalam tempat yang aman.


No comments:

Post a Comment