google analitic

Script Google Adsense

Mengenal Berbagai Pemanis Buatan



Apakah kamu suka makanan yang manis? Tahukah kamu bahwa pemanis adalah salah satu zat aditif pada makanan? Pemanis digunakan untuk menambah rasa manis bahan makanan. Kita mengenal gula pasir, gula kelapa, gula aren, dan gula lontar sebagai pemanis. Yang membuat rasa manis pada gula adalah senyawa yang disebut sukrosa.
Selain pemanis alami, ada juga pemanis buatan, antara lain aspartam, sakarin, asesulfam kalium, dan siklamat.

Tidak semua orang mampu membedakan pemanis alami dan pemanis buatan, terutama pada produk makanan dan minuman dalam kemasan.

Gula Tebu adalah Salah Satu Pemanis Alami

Keunggulan pemanis buatan adalah rendah kalori, karena itu bisa dikonsumsi penderita kencing manis yang ingin mengurangi asupan gula tinggi kalori, namun tetap terasa manis.

Aspartam



Gula jagung, kalau kamu tahu, mengandung aspartam. Aspartam hanya mengandung sedikit kalori yaitu sekitar 4 kkal (= 4.000 kalori; 17 Joule = 17 kJ) per gram.  Tingkat kemanisan aspartam adalah 160-200 kali lipat gula pasir.

Keunggulan Aspartam adalah:
  • rendah kalori, 
  • rasa manisnya mirip gula pasir,
  • tanpa ada rasa pahit, 
  • tidak merusak gigi. 

Penggunaan Aspartam pada makanan dan  minuman telah disetujui oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Sakarin




Sakarin  yang dibuat dari garam natrium, termasuk pemanis buatan yang tidak berkalori. Sakarin ini, dan aspartam, sering digunakan pada industri minuman kemasan.

Ciri sakarin adalah

  • berbentuk bubuk kristal putih
  • tidak berbau
  • sangat manis (tingkat kemanisan sakarin sebesar 200-500 kali lipat gula pasir).


Kelemahan dan Keunggulan Sakarin


Keunggulan sakarin adalah:
  • Tidak bereaksi dengan makanan, makanan yang ditambahkan sakarin tidak mengalami kerusakan
  • Harganya murah.

Kelemahan sakarin adalah:
  • Mudah rusak jika dipanaskan sehingga tingkat kemanisannya berkurang.  
  • Ada rasa pahit. 
  • Bisa membahayakan kesehatan tubuh manusia jika dikonsumsi berlebihan, misalnya kanker.

Pemakaian pemanis buatan di Indonesia sudah diatur melalui Permen (Peraturan Menteri), yaitu melalui Permen Kesehatan RI No 208/Menkes/Per/1V/85 tentang pemanis buatan dan Permen Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/1X/88 tentang bahan tambahan pangan.

Di dalam Permen tersebut mengatur bahwa pada makanan/minuman olahan khusus yang berkalori rendah, serta makanan/minuman olahan untuk penderita penyakit diabetes melitus, kadar maksimum sakarin yang diperbolehkan adalah sebesar 300 mg/kg bahan makanan/minuman .

Kalium Asesulfam


Kalium Asesulfam memiliki tingkat kemanisan sekitar 200 kali lipat daripada gula pasir. Pemanis buatan ini kelebihannya adalah tidak mengandung kalori, serta tidak mudah rusak karena pemanasan.

Siklamat


Siklamat merupakan pemanis buatan yang diolah dari garam natrium dari asam siklamat. Tingkat kemanisan siklamat adalah sekitar 30 kali dari gula pasir.

Siklamat ini tidak menimbulkan rasa pahit, serta tidak dimetabolisme oleh tubuh manusia sehingga tidak memberikan energi.

Penggunaan siklamat secara berlebihan dapat memicu munculnya kanker kandung kemih, mutasi, dan cacat lahir. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI, kadar maksimum asam siklamat yang diperbolehkan dalam makanan/minuman adalah 3g per kg bahan makanan/minuman. Sedangkan menurut WHO, batas konsumsi harian siklamat yang masih masuk kategori aman adalah sebesar 11 mg/kg berat badan.

Jadi untuk kamu yang mempunyai berat badan 60 kg, maka konsumsi pemanis buatan dari siklamat adalah sebesar 660 mg. Makanya kamu harus mengecek makanan/minuman kemasan yang kamu beli.

No comments:

Post a Comment