google analitic

Script Google Adsense

Zat Aditif Pewarna Makanan



Sehari-hari kita sering menjumpai makanan yang menggunakan zat aditif. Zat aditif adalah bahan tambahan yang ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan, dan daya tarik makanan. Pada pembahasan kali ini kita akan mempelajari tentang bahan pewarna pada makanan.

Warna yang diperoleh dari sayuran adalah pewarna alami. Sedangkan pewarna makanan sintetis dibuat dari berbagai macam bahan.

Pewarna Alami


Berbagai Sumber Pewarna Alami Makanan

Pewarna alami adalah pewarna makanan yang diperoleh dari alam, kebanyakan berasal dari tumbuhan. Misalnya saja daun suji dan daun pandan dimanfaatkan untuk memberi warna hijau pada makanan, bahkan daun pandan juga memberikan nilai tambah lain, yaitu memberikan aroma harum yang khas pada makanan. Sementara untuk memberikan warna cokelat pada makanan bisa digunakan kakao

Kelemahan dan Keunggulan Pewarna Makanan Alami


Keunggulan pewarna alami adalah jauh lebih sehat untuk dikonsumsi daripada pewarna buatan, dan seringkali memberikan aroma berbeda yang khas. Aroma ini tidak bisa didapatkan dari pewarna sintetik.

Namun ada pula kelemahan pewarna makanan alami, meskipun hal ini sangat bisa ditoleransi. Bukankah kesehatan jauh lebih penting dibandingkan penampilan? Kelemahan pewarna makanan alami antara lain:
  • warnanya mudah rusak karena pemanasan, 
  • warnanya kurang kuat (pucat), dan 
  • macam warnanya terbatas.

Sumber Pewarna Alami


Tabel berikut menunjukkan berbagai macam sumber pewarna alami makanan.

No
Warna yang Diinginkan
Contoh Sumber
1.
Biru
Buah murbei, buah anggur
2.
Kuning
Kunyit
3.
Orange
Wortel
4.
Hijau
Daun suji
5.
Cokelat
Kakao, karamel
6.
Merah
Buah naga
7.
Hitam
Arang (tidak dianjurkan)


Pewarna Buatan


Contoh Pewarna Makanan Sintetis/Buatan

Saat ini, sebagian besar orang lebih banyak menggunakan pewarna buatan untuk membuat aneka makanan yang berwarna, walaupun lebih karena alasan kepraktisan. Pewarna buatan digunakan karena memiliki beberapa keunggulan dibanding pewarna alami, yaitu harganya murah, praktis dan mudah digunakan, warnanya lebih kuat dan macam warnanya lebih banyak, dan warnanya tidak rusak karena pemanasan.

Bahan pewarna makanan buatan harus melalui pengujian yang ketat sebelum bisa diproduksi untuk kesehatan penggunanya.

Permitted colour atau certified colour adalah pewarna makanan yang telah melalui pengujian keamanan dan diijinkan pemakaiannya pada makanan. Pewarna buatan  sudah begitu luas digunakan masyarakat sebagai bahan pewarna makanan. Namun masih sering ditemukan penggunaan bahan pewarna yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Contohnya adalah penggunaan pewarna tekstil untuk makanan. Pewarna tekstil dan pewarna cat tidak boleh digunakan sebagai pewarna makanan karena biasanya mengandung logam-logam berat, seperti arsen, timbal, dan raksa. Logam-logam berat ini bersifat racun bagi tubuh manusia.

Sumber Pewarna Buatan


Tabel di bawah adalah contoh pewarna buatan yang diijinkan dan yang tidak diijinkan untuk digunakan sebagai pewarna makanan yang telah ditetapkan di berbagai negara.

No
Pewarna yang diijinkan
Pewarna yang tidak diijinkan
1
Biru berlian
Auramine
Fast Yellow AB
Orange G
2
Cokelat HT
Orange RN
Black 7984
Magenta
3
Eritrosin
Metanil Yellow
Ponceau SX
Chrysoine
4
Hijau FCF
Chocolate Brown FB
Oil Yellow AB
Sudan 1
5
Hijau S
Alkanet
Guinea Green B
Orange GGN
6
Indigotin
Orchil and
Orcein
Burn Umber
Violet 6 B
7
Karmoisin
Oil Orange SS
Ponceau 6R
Citrus #49B649 No. 2


No comments:

Post a Comment