google analitic

Script Google Adsense

Tsunami



Sebagian besar kerusakan akibat gempa bumi diakibatkan oleh gelombang yang merambat di permukaan bumi. Segala macam bangunan di atas permukaan bumi akan rusak. Gedung-gedung, rumah, jembatan, jalan, bisa mengalami kerusakan. Bagaimana ketika pusat gempa berada di dasar laut? Bisakah yang di darat mengalami kerusakan?

Ketika gempa terjadi di dasar laut, gerakan lempeng tersebut akan mendorong air laut ke atas, sehingga timbul gelombang yang besar dan kuat. Gelombang air laut yang besar dan kuat ini bisa mencapai ratusan kilometer ke segala arah dari episentrum. Gelombang air laut ini disebut tsunami.

Tsunami, jelas ini bukan dari bahasa Jawa, karena bahasa Jawa tidak mengenal fonem "ts". Kata tsunami memang berasal dari bahasa Jepang ‘tsu’ yang berarti pelabuhan, dan ‘nami’ yang berarti gelombang. Secara harfiah, tsunami berarti “ombak besar di pelabuhan”. Yang dimaksud dengan tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba.

Pusat gelombang tsunami adalah episentrum yang berada di laut yang jauh dari pantai. Ketinggian gelombang tsunami di tengah lautan hanya sekitar 1 meter. Namun, gelombang tersebut dapat merambat dengan kecepatan 500-1.000 km/jam. Bayangkan balap mobil formula satu yang kecepatan maksimalnya sekitar 350 km/jam. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami ini akan menurun hingga sekitar 30 km/jam. Akan tetapi, tinggi gelombang tsunami di dekat pantai justru meningkat, bertambah tinggi hingga puluhan meter. Sebelum gelombang tsunami sampai di pantai, air laut yang ada di pantai surut seketika. Hal tersebut merupakan pertanda bahaya akan terjadi gelombang tsunami.

Proses terjadinya tsunami dapat kita lihat pada gambar berikut ini.


Syarat Terjadinya Tsunami


Tidak semua gempa bumi yang berpusat di laut dapat menyebabkan tsunami. Syarat gempa yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami adalah:
  1. Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (kedalaman 0 – 30 km).
  2. Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 skala Richter.
  3. Gempa bumi dengan pola patahan/sesar naik atau sesar turun.
Selain gempa bumi, penyebab terjadinya tsunami adalah perpindahan massa tanah, batuan yang sangat besar di bawah laut, tanah longsor di dalam laut, dan letusan gunung berapi di dalam laut.

Cara Mendeteksi Terjadinya Tsunami


Bagaimana cara mendeteksi terjadinya tsunami? Gejala dan peringatan dini tsunami dapat diamati sebagai berikut:
  1. Tsunami terjadi mendadak dan dalam waktu singkat, umumnya di Indonesia didahului dengan gempa besar dan susutnya air laut ke tengah lautan.
  2. Pada tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi, terdapat selang waktu antara waktu terjadinya gempa bumi dan waktu tiba tsunami di pantai. Hal ini dikarenakan kecepatan gelombang gempa jauh lebih besar dibandingkan kecepatan tsunami. Di Indonesia selama ini,  tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadinya gempa bumi.

Cara Mengurangi Dampak Tsunami


Tsunami bisa terjadi kapan saja tanpa kita bisa menduganya. Untuk mengurangi dampak buruk dari tsunami, kita bisa mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Langkah persiapan yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak tsunami adalah:
  1. Persiapkan rencana penyelamatan untuk menghadapi resiko tsunami
  2. Lakukan simulasi tsunami sebagai latihan evakuasi dan penyelamatan diri.
  3. Tanam mangrove serta tanaman lainnya sepanjang garis pantai untuk meredam air tsunami.
  4. Kenali wilayah dan buatlah rute evakuasi
  5. Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-tanda akan terjadinya tsunami kepada petugas yang berwenang : Kepala Desa, Polisi, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Stasiun Radio, SATLAK PB (Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana), dan institusi terkait lainnya.

Hal-Hal Yang Dilakukan Saat Tsunami


Hal-hal yang harus, wajib 'ain dilakukan selama bencana tsunami terjadi adalah :
  1. Jangan mendekati area pantai
  2. Setelah merasakan gempa bumi, segera selamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi
  3. Pergilah ke dataran tinggi minimal tiga puluh meter diatas permukaan laut. Bila memungkinkan, pergilah ketempat yang lebih tinggi dan lebih jauh dari pantai
  4. Berikan prioritas bantuan kepada orang lain, khususnya bagi anak-anak, wanita hamil, orang lanjut usia, dan orang dengan kebutuhan khusus selama proses evakuasi
  5. Utamakan keselamatan diri diatas barang-barang berharga

Setelah tsunami terjadi, tidak serta merta keadaan menjadi aman. Hal-hal yang harus dilakukan setelah terjadinya tsunami adalah :
  1. Perhatikan cidera yang dialami diri sendiri dan coba untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum membantu orng lain yang terluka atau terjebak dalam reruntuhan
  2. Jangan kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman
  3. Perhatikan kekuatan bangunan atau rumah sebelum masuk untuk menghindari runtuhan bangunan
  4. Hindari puing-puing yang terbawa arus karena dimungkinkan terdapat benda yang berbahaya bagi keselamatan maupun bagi kesehatan.


No comments:

Post a Comment