google analitic

Script Google Adsense

Produk Makanan dan Minuman Hasil Bioteknologi Pangan



Bioteknologi adalah upaya pemanfaatan makhluk hidup untuk membantu pekerjaan atau menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia. Pada artikel ini kita akan mempelajari beberapa contoh makanan dan minuman hasil bioteknologi konvensional.

Yogurt


Yogurt merupakan minuman hasil fermentasi susu yang memanfaatkan bakteri Streptococcus thermophillus atau Lactobacillus bulgaricus. Laktosa pada susu akan diubah menjadi asam laktat oleh bakteri ini, karena itulah proses penguraian ini disebut fermentasi asam laktat.

Selain asam, yogurt juga kental, berbeda sama sekali dengan susu, produk asalnya. Ini karena efek lain dari proses fermentasi, yaitu pecahnya protein pada susu yang menyebabkan susu menjadi kental.

Tempe


 Jamur Rhizopus oryzae
Tempe adalah makanan berbahan dasar kedelai. Makanan lezat ini proses pembuatannya, pada dasarnya, menggunakan teknik fermentasi. Fermentasi pada pembuatan tempe dilakukan dengan menumbuhkan jamur Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus pada biji kedelai.

Pada proses pertumbuhan jamur, jamur akan menghasilkan benang-benang yang disebut dengan hifa. Karena hifa inilah biji-bijian kedelai saling terikat dan membentuk struktur yang kompak.

Pada waktu pertumbuhan jamur, jamur juga akan membuat suatu enzim yang dapat menguraikan protein kompleks yang ada pada kedelai menjadi asam amino yang lebih mudah dicerna oleh tubuh kita. Enzim itu adalah enzim protease

Keju



Keju adalah bahan makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat pada susu melalui proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan/koagulasi ini dilakukan dengan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Kedua bakteri ini akan menghasilkan enzim renin yang menyebabkan protein pada susu akan menggumpal dan membagi susu menjadi cair dan padatan (dadih).

Selanjutnya enzim renin akan mengubah gula laktosa dalam susu menjadi asam dan protein yang ada pada padatan (dadih) tadi. Dadih inilah yang akan diproses lebih lanjut melalui proses pematangan dan pengemasan sehingga terbentuk olahan makanan yang kita kenal sebagai keju.

Kecap


Kecap adalah salah satu produk hasil bioteknologi yang terbuat dari kacang kedelai hitam.

Pembuatan kecap dilakukan melalui proses yang panjang. Di tahap awal kedelai akan difermentasi dengan menggunakan jamur Aspergillus wentii. Tahap selanjutnya adalah mengeringkan dan merendam kedelai yang sudah difermentasikan di dalam larutan garam.

Pembuatan kecap disebut juga sebagai fermentasi garam, karena dilakukan melalui proses perendaman kedelai dengan larutan garam. Oleh jamur Aspergillus wentii, protein akan dirombak menjadi asam-asam amino, komponen rasa, asam, dan aroma yang khas.

Roti



Dalam proses pembuatannya, roti juga memanfaatkan peristiwa fermentasi yang dibantu oleh yeast atau khamir.

Yeast adalah sejenis jamur yang ditambah pada adonan tepung dan akan menimbulkan proses fermentasi. Proses fermentasi ini akan menghasilkan gas karbondioksida dan alkohol.

Gas karbondioksida berperan dalam mengembangkan adonan roti, sedangkan alkohol berkontribusi dalam menghasilkan aroma dan memberi rasa pada roti. Adonan akan tampak mengembang dan membesar pada saat dimasukkan ke dalam oven, karena gas akan mengembang pada suhu tinggi.

Minuman Beralkohol


Bioteknologi pangan juga banyak dimanfaatkan dalam proses pembuatan minuman beralkohol. Pembuatan minuman beralkohol sebenarnya juga merupakan proses fermentasi dengan bantuan jamur Aspergillus oryzae. Jamur Aspergillus oryzae ini akan menghasilkan enzim amilase yang dapat menguraikan amilum menjadi glukosa atau gula. Selanjutnya, gula akan difermentasikan lebih lanjut menjadi alkohol dan gas karbondioksida.

Proses tersebut menghasilkan minuman beralkohol dengan cita rasa tertentu sesuai dengan bahan baku yang digunakan.

Lamanya proses fermentasi akan mempengaruhi jumlah alkohol yang dihasilkan. Semakin lama proses fermentasi, semakin tinggi pula kandungan alkoholnya.

Contoh minuman beralkohol yang populer adalah wine atau anggur. Wine yang dibuat dari buah anggur, memanfaatkan Saccharomyces cerevisiae dalam proses fermentasinya, seperti halnya fermentasi pada pembuatan alkohol biasanya.

Batas Alkohol pada Makanan dan Minuman


Mengonsumsi alkohol sangatlah berbahaya bagi kesehatan. Pemerintah melalui BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memberikan rekomendasi batasan alkohol pada makanan dan minuman sebanyak-banyaknya sebesar 5%. Di atas persentase tersebut, BPOM menyatakan makanan dan minuman beralkohol tersebut berbahaya untuk kesehatan.

No comments:

Post a Comment