google analitic

Script Google Adsense

Pengertian Bioteknologi dan Jenis-Jenis Bioteknologi Serta Penerapannya



Kata bioteknologi berasal dari kata bio dan teknologi. Bioteknologi adalah upaya pemanfaatan makhluk hidup untuk membantu pekerjaan atau menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia.

Bioteknologi bukan merupakan hal baru dalam kehidupan manusia. Produk pangan hasil bioteknologi  sangat mudah kita temui dalam keseharian kita di Indonesia. Ambil contoh tempe. Makanan bergizi berbahan dasar kedelai ini sudah dikenal masyarakat Indonesia, khususnya Jawa sejak lama. Literatur tentang tempe tercatat dalam Serat Centhini pada tahun 1815.

Sementara kedelai diperkirakan sudah dikenal masyarakat Indonesia pada abad ke-12 berdasarkan literatur dalam Serat Sri Tanjung. Berdasarkan hasil penelitian, tempe ternyata lebih mudah dicerna oleh tubuh dibandingkan kedelai dan memiliki kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Perkembangan bioteknologi di dunia sendiri dimulai sejak tahun 1857, setelah Louis Pasteur menemukan hasil fermentasi yang dilakukan oleh mikroorganisme. Pada sekitar tahun 1920, proses fermentasi dengan melibatkan mikroorganisme mulai digunakan untuk membuat larutan kimia yang lebih kompleks, contohnya seperti pembuatan alkohol.

Bioteknologi pangan ini bisa kita bedakan menjadi bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

Bioteknologi Konvensional



Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk pangan, misalnya jamur dan bakteri menghasilkan enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme tubuh sehingga diperoleh produk yang diinginkan.

Salah satu contoh produk pangan bioteknologi yang dilakukan secara konvensional selain tempe adalah tape. Pembuatan tape memanfaatkan mikroorganisme yang ada pada ragi. Mikroorganisme pada ragi ini akan mengubah zat organik menjadi zat organik lain. Pada pembuatan   tape, singkong difermentasi menjadi tape dengan menggunakan khamir (suatu jenis jamur yang ada pada ragi) Saccharomyces cerevisiae.

Bioteknologi Modern


Perkembangan bioteknologi pangan kemudian berkembang ke bioteknologi modern dan mulai menerapkan prinsip genetika, biokimia, dan biomolekuler.

Bioteknologi modern tidak terlepas dari penemuan enzim-enzim yang membantu dalam proses rekayasa genetika (genetic engineering). Penemuan enzim-enzim ini memungkinkan para ilmuwan dapat merancang susunan materi genetik setiap organisme sedemikian rupa sehingga menghasilkan hewan dan tumbuhan yang memiliki kualitas tinggi. Misalnya saja ikan hasil rekayasa genetik yang memiliki ukuran lebih besar dari ukuran ikan normal.

Penerapan Bioteknologi Dalam Bidang Selain Makanan


Sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) bioremediasi

Selain berperan dalam produksi pangan, bioteknologi juga banyak dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak, kesehatan, dan industri.

Di bidang pertambangan, proses pemisahan biji besi bisa menggunakan bakteri jenis Thiobaccillus ferooxidan. Sedangkan dalam bidang kesehatan, produk bioteknologi yang dihasilkan misalnya antibiotik penisilin yang dihasilkan oleh jamur Penicillum notatum dan antibiotik streptomisin yang dihasilkan oleh bakteri Streptomyces.

Untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak, dapat digunakan bakteri yang dapat mengurai suatu jenis polutan tertentu, misalnya dari genus Pseudomonas atau dengan menggunakan tanaman tertentu, misalnya eceng gondok dan bunga matahari.

Penggunaan makhluk hidup untuk memperbaiki lingkungan yang rusak ini, umum dikenal dengan istilah bioremediasi.


No comments:

Post a Comment