google analitic

Script Google Adsense

Showing posts with label Pewarisan Sifat. Show all posts
Showing posts with label Pewarisan Sifat. Show all posts

Penerapan Pewarisan Sifat pada Pemuliaan Tumbuhan dan Hewan


Manusia memanfaatkan pengetahuan tentang genetika untuk menghasilkan bibit unggul dalam bidang pertanian melalui varietas hibrida. Varietas hibrida adalah suatu jenis tumbuhan yang merupakan keturunan dari persilangan antara dua atau lebih jenis tumbuhan dengan karakteristik genetik yang berbeda-beda.

Persilangan ini mengacu pada penemuan dan penelitian yang dilakukan Mendel tentang hukum pewarisan sifat. Tujuan varietas hibrida adalah untuk mengambil manfaat dari munculnya kombinasi yang baik dari induk-induk yang disilangkan.

Kelainan Sifat Pada Manusia Yang Diturunkan



Kita sudah mempelajari pewarisan sifat dari orang tua ke anak seperti bentuk cuping telinga, pertumbuhan dan bentuk rambut, serta warna kulit. Namun tahukah kamu bahwa beberapa kelainan pada manusia dari albino, buta warna, bahkan hingga kanker juga merupakan warisan genetis dari orang tua pada anaknya. Pada artikel kali ini kita akan membahas dan mempelajari tentang kelainan sifat yang diturunkan secara genetis dari orang tua ke anak.

Contoh Pewarisan Sifat-Sifat Atau Karakter pada Manusia



Sifat dan atau karakter pada manusia merupakan sesuatu yang diwariskan secara genetik oleh orang tua, sebagaimana yang kita pelajari pada artikel-artikel sebelumnya. Berikut adalah beberapa contoh pewarisan sifat-sifat atau karakter pada manusia yang dapat diamati.

Persilangan Dihibrid dan Hukum II Mendel



Setelah melakukan persilangan pada bunga kapri yang berwarna ungu dan putih, selanjutnya Mendel melakukan percobaan dengan mengawinkan dua kacang kapri yang memiliki dua sifat berbeda. Salah satu kacang kapri berbiji bulat dan berwarna kuning sedangkan pasangannya adalah kacang kapri berbiji kisut dan berwarna hijau.

Hukum Segregasi Mendel dan Persilangan Monohibrid (Satu Sifat Beda)



Hukum I Mendel atau Hukum Pemisahan Bebas atau Hukum Segregasi berbunyi, pada waktu pembentukan gamet (sel kelamin) kedua gen induk yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya.

Mendel menghasilkan Hukum Segregasi ini setelah melakukan persilangan monohibrid. Pada penelitian pertama ia menyilangkan ercis berbunga ungu dengan ercis berbunga putih. Ternyata, seluruh keturunan pertama adalah ercis berbunga ungu. Namun, ketika keturunan tersebut disilangkan dengan sesamanya (sama-sama ercis berbunga ungu), maka keturunan kedua memiliki perbandingan 3 berbunga ungu dan 1 berbunga putih.

Teori Penurunan Sifat (Hukum Mendel)



Penelitian tentang penurunan sifat dilakukan pertama kalinya oleh seorang pendeta sekaligus ahli botani dari Austria, Gregor Mendel, pada tahun 1856. Hasil temuannya itu ia catat pada pada Natural Science Society of Brunn, Austria pada tahun 1866.

Temuan Mendel ini dikuatkan oleh beberapa ahli botani lainnya empat tahun kemudian, pada tahun 1900. Mereka meneliti kembali hasil penelitian Mendel dan menemukan kesimpulan yang sama dengan apa yang telah dilakukan oleh Mendel sebelumnya.

Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat



Kita telah mengetahui DNA sebagai materi genetik yang membawa informasi genetik yang menentukan karakteristik makhluk hidup. Tahukah kamu bahwa karakteristik dan sifat pada setiap orang adalah warisan dari orang tua, yang diwariskan melalui materi genetik.

Mengenal Materi Genetik DNA dan RNA, Persamaan dan Perbedaannya



Materi genetik berperan penting dalam proses pewarisan sifat dan karakteristik pada manusia. Ciri-ciri fisik seperti warna kulit; bentuk rambut, hidung, telinga; tinggi badan, atau bahkan jenis penyakit yang diderita tidak serta-merta hadir begitu saja di dalam tubuh manusia. Setiap sifat dan karakteristik pada setiap orang adalah warisan dari orang tua melalui materi genetik.